SMA Negeri 2 Playen bersama dengan lima SMA lain di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak Angkatan I pada Tahun Pelajaran 2021/2022. Sekolah Penggerak adalah sekolah yang membawa amanah pembelajaran paradigma baru dengan mengusung Kurikulum Merdeka.

Sekolah Penggerak menitikberatkan pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Merupakan suatu tantangan untuk melahirkan insan pembelajar yang cerdas dan berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, para siswa juga dihadapkan pada tantangan menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Revolusi Industri 4.0 merupakan era di mana segala hal pada peningkatan efisiensi produksi dengan mengintegrasikan teknologi robotika, kecerdasan buatan, dan analitik data untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam proses produksi. Sedangkan Society 5.0, adalah era industri yang didukung oleh teknologi digital dan manusia. Society 5.0 menekankan pada peran manusia dalam mengembangkan teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.


Untuk menjawab tantangan Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0, perlu persiapan terutama dari dunia pendidikan. Siswa perlu dibekali dengan kecakapan hidup abad 21 atau biasa dikenal dengan istilah 4C (Creativity, Critical Thingking, Communication, Collaboration) agar memiliki kemampuan problem solving. Di samping kemampuan 4C, diperlukan pula keterampilan dalam berliterasi. Siswa diharapkan memiliki kemampuan 6 Literasi Dasar, yaitu literasi numerasi, literasi sains, literasi informasi, literasi finansial, literasi
budaya dan kewarganegaraan. Tak kalah penting dari 4C dan 6 Literasi Dasar, siswa hendaknya memiliki karakter yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila seperti yang terkandung di dalam Kurikulum Merdeka.

Profil Pelajar Pancasila ditanamkan kapada siswa melalui kegiatan intrakurikuler, ko kurikuler,
dan ekstrakurikuler. Salah satu strategi untuk mencapai visi pendidikan Indonesia dan menghadapi segala
tantangan tersebut adalah dengan penerapan Merdeka Belajar. Merdeka Belajar diharapkan mampu menciptakan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pendidikan berkualitas identik dengan pendidikan digital. Transformasi pendidikan digital ini dipercepat dengan adanya Pandemi Covid-19. Adanya Pandemi Covid-19 memiliki dampak positif yaitu mengubah proses belajar mengajar secara drastis, belajar tidak hanya terbatas di kampus. Belajar dapat dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi digital, dan hal itu menjadi sesuatu yang lumrah.

Teknologi digital digunakan untuk menyediakan platform pembelajaran secara daring, bahan ajar digital, dan alat bantu pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran tidak terbatas, tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di luar sekolah, seperti melalui kursus secara daring, pelatihan-pelatihan, atau pengalaman kerja. Beruntunglah pada masa sekarang tersedia berbagai macam aplikasi yang dapat membantu siswa dalam belajar. Beberapa contoh teknologi yang sering diterapkan kepada siswa SMA Negeri 2 Playen terkait pembelajaran digital antara lain :

  1. Aplikasi Klinometer untuk pembelajaran trigonometri pelajaran matematika. Aplikasi
    ini membuat mata pelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan dan lebih mudah
    dipahami.
  2. Aplikasi Bausasatra, untuk membantu siswa menciptakan tembang macapat pada mata
    pelajaran Bahasa Jawa. Aplikasi ini merupakan jembatan pemnghubung antara budaya
    Jawa dengan teknologi digital.
  3. Aplikasi Crossword Labs sebagai media pembelajaran interaktif materi pemanasan
    global pada pelajaran fisika.
  4. Google lens untuk membantu siswa mengidentifikasi tumbuhan yang ditemukan pada
    mata pelajaran biologi.
  5. Live Worksheet sebagai LKPD Digital yang dapat dipergunakan bagi semua mata
    pelajaran.
  6. Quizizz sebagai media kuis yang menyenangkan.
  7. Google Classroom, kelas virtual yang marak digunakan ketika pembalajaran daring
    selama pandemi, namun sekarang tetap efektif digunakan.
  8. Kaizala, sebagai kelas virtual, alternatif pengganti Whattsap jika ingin variasi

Masih banyak lagi pembelajaran yang menggunakan teknologi digital. Guru memberikan berbagai alternatif media belajar, agar siswa merasakan pembelajaran bermakna, sekaligus membiasakan sdan memahamkan siswa bahwa teknologi digital itu bisa digunakan untuk belajar, bukan hanya semata-mata sarana rekreasi dan menjalin relasi. Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya digunakan dalam pembelajaran intrakurikuler.

Pembelajaran kokurikuler yang berwujud Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila juga sarat akan penggunaan teknologi digital. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini adalah salah satu ciri khas Kurikulum Merdeka. Sebagai contoh, misal Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, siswa diminta membuat Karya Tulis Ilmiah secara berkelompok. Di sini siswa belajar secara kritis menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan terdekat mereka, kemudian berusaha menyampaikan gagasan solusi secara kreatif. Kemudian mereka menuliskannya menjadi
sebuah karya tulis ilmiah. Dalam proses penilisan karya tulis ini, mereka belajar mengetik dengan komputer atau laptop sesuai dengan format yang ditentukan. Mereka juga belajar survei dengan cara wawancara langsung maupun melalui Google Form. Dimensi yang dikembangkan pada tema Bangunlah Jiwa dan Raganya ini adalah bernalar kritis, kreatif dan gotong royong.


Untuk tema Kearifan Lokal, mereka berusaha mengangkat kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian mempromosikannya dalam bentuk web atau blog. Dimensi yang dikembangkan adalah bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan gotong royong. Untuk tema Gaya Hidup Berkelanjutan, dengan nalarnya mereka mengkritisi fenomena pencemaran udara yang ada di sekitar mereka, menganalisis sebab dan dampaknya, kemudian berusaha secara kreatif mencari solusinya. Produk kampanye yang mereka hasilkan untuk menyosialisasikan solusi gagasan mereka terhadap pencemaran udara adalah video kreatif. Selain dimensi bernalar kritis dan kreatif, dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini, diharapkan siswa belajar mengembangkan dimensi beriman bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia.


Tema projek selanjutnya adalah kewirausahaan. Siswa menciptakan produk inovatif yang dapat mereka jual, kemudian mengemasnya, kemudian menjualnya. Tak lupa mereka harus membuat business plan. Dilanjutkan tema Bhineka Tunggal Ika, yang tentu saja membidik dimensi berkebhinekaan global, siswa diminta merancang sekaligus mementaskan secara klasikal berbagai budaya nusantara di panggung pertunjukan. Secara undian masing-masing kelas mendapatkan provinsi tertentu dari semua provinsi yang ada di Indonesia.

Tema projek berikutnya adalah Suara Demokrasi. Seiring perkembangan usia mereka, sebagian siswa memasuki fase usia pemilih pemula dalam berdemokrasi. Dengan tema ini mereka belajar hal-hal terkait demokrasi yang bersih dan tanpa kecurangan.

Tema terakhir yang mereka dapatkan adalah Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI. Pada tema ini siswa diminta menciptakan produk teknologi tepat guna untuk mengatasi masalah-masalah
dalam kehidupan.

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini diakhiri dengan Perayaan Hasil Belajar. Perayaan Hasil Belajar menampilkan hasil projek siswa yang telah dibuat. Siswa diberikan kebebasan berkreasi untuk menghias kelas supaya lebih menarik untuk dikunjungi. Pengunjung adalah orangtua atau wali siswa. Dengan demikian, orangtua atau wali dapat melihat hasil projek putra-putrinya. Dan untuk menjawab tuntutan zaman, SMA Negeri 2 Playen melengkapi standar kelulusan siswa kelas XII pada tahun pelajar 2023 / 2024 dengan mensyaratkan penyusunan KTI (Karya Tulis Ilmiah) secara individu sebagai kegiatan puncak belajar siswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis sekaligus mandiri dan bertanggungjawab dalam mendapatkan sekaligus mengolah data.

Sekolah melakukan upaya penguatan kemampuan membaca teks informasi secara penuh. Sekolah masih melihat kelemahan siswa yang masih memiliki minat membaca yang rendah, berliterasi yang sempit dan kecenderungan tidak tertarik isu yang berkembang di masyarakat maupun jamannya. Pilihan tema yang disajikan disesuaikan dengan issue Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs (Sustainable
Development Goals) yang dicanangkan PBB, yaitu : No Poverty, No Hunger, Good Health and Well Being, Quality Education, Clean Water and Sanitation, Affordable and Clean Energy, Decent Work and Economic Growth, Life Below Water, Responsible Consumption and Production, Life on Land. Penyusunan KTI ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3 bulan penelitian.


Berbagai kegiatan tersebut dilakukan SMAN 2 Playen dalam rangka memfasilitasi
siswa supaya merdeka belajar. Teriring harapan semoga hal ini menjadi sedikit bekal untuk
masa depan mereka, dan semoga siswa-siswi kami menjadi generasi yang siap menghadapi
tantangan revolusi industri 4.0 dan society 5.0, dan memiliki kecakapan hidup abad 21, dengan
kemampuan 4C dan literasi yang mencukupi, tanpa melupakan karakter luhur Profil Pelajar
Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

Admin SMA2Playen. 2024. Sosialisasi dan Persamaan Persepsi Penulisan Karya Tulis
Ilmiah KTI Kelas XII Fase F2 pada 24/01/2024 dalam

Admin SMA2Playen. 2024. Perayaan Hasil Belajar Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila pada 14/07/2022 dalam

Admin SMP. 2022. Menyongsong Paradigma Baru Pendidikan Indonesia dalam
ditsmp.kemdikbud.go.id pada 11/07/2022

Admin LPKIA. 2022. Hubungan Society 5.0 dengan Industri 4.0 dalam lpkia.ac.id pada
18/08/2022

Dindin Haidar. 2024. Apa Itu Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. dalam
polteksci.ac.id/pada 23/01/2024
< https://polteksci.ac.id/blog/apa-itu-revolusi-industri-4-0-dan-society-5-0/

Penulis: Anna Fitrianingsih

Intansi: SMA Negeri 2 Playen

Editor: Chania M. Widyasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tersedia

© 2025 All Right Reserved
PT. Lini Suara Nusantara