
Membangun talenta masa depan yang unggul, inovatif, dan adaptif merupakan kunci keberhasilan ekonomi dan kemajuan negara di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 (Porter, 2014; Pew Research Center, 2017). Kompetensi seperti kreativitas, pemikiran kritis, kolaborasi, dan literasi digital menjadi esensial untuk tenaga kerja di tengah pesatnya kemajuan teknologi (Subandowo, 2022; Deloitte, 2022).
Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan inovatif yang fokus pada keterampilan abad ke-21 vital untuk kemajuan ekonomi yang berkelanjutan dan daya saing global (Pew Research Center, 2021; Deloitte, 2024). Dengan demikian, mempersiapkan talenta masa depan yang kompetitif adalah strategi utama bagi negara dalam menghadapi transformasi digital saat ini (Carnegie
Endowment for International Peace, 2019; McKinsey & Company, 2018).
Pendidikan vokasi menjadi kunci dalam menyediakan lulusan siap bekerja dan relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja melalui kurikulum kolaboratif dengan industri (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2023; Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, 2019). Kompetensi teknis dan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja dikembangkan melalui pendidikan vokasi (Sampul, n.d.; Hartanto, 2019). Lulusan vokasi dilengkapi dengan keterampilan komprehensif dan sikap kerja sesuai tuntutan industri (Bappelitbangda Sulsel, n.d.; Mitras DUDI – Penyelarasan, n.d.), menjadikan mereka tenaga kerja produktif yang diperlukan pasar
(Universitas Islam An Nur Lampung, 2023; Kementerian Ketenagakerjaan RI, n.d.). Dengan demikian, pendidikan vokasi berperan penting dalam membentuk angkatan kerja berkualitas untuk tantangan era industri 4.0 dan society 5.0.
Pendidikan vokasi dihadapkan pada berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, termasuk kesenjangan keterampilan lulusan (Kaliongga, 2023; Damayanti, 2023), kurikulum yang kurang relevan (Ghufron, 2021; Raharja, 2022), serta kekurangan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru (Diskominfo Kaltim, 2023; Universitas Kristen Satya Wacana, 2023). Diperlukan penyesuaian komprehensif dalam pendidikan vokasi, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten di era kerja digital yang terus berkembang.
Peran guru vokasi sangat vital dalam mempersiapkan lulusan untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020; Universitas Negeri Malang, 2021). Mereka mampu mengembangkan keterampilan teknis, praktis, adaptasi, serta menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri (Wibowo, 2019; Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2022), sehingga lulusan dapat memiliki kesiapan dan daya saing yang tinggi (Kaliongga, 2023; Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 2021). Oleh karena itu, perlu memperkuat peran guru vokasi agar dapat mengatasi tantangan seperti ketidaksesuaian kurikulum dan kesenjangan keterampilan, serta menyiapkan angkatan kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era industri 4.0 dan society 5.0 (Hartanto, 2019; Ghufron, 2021).
Pendidikan vokasi menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan keterampilan baru di era revolusi industri 4.0 serta society 5.0 (Hartanto, 2019; Sabaruddin, 2022). Salah satu masalah utama adalah kesenjangan keterampilan, di mana sebagian lulusan tidak memenuhi kebutuhan industri yang terus berubah (Kaliongga, 2023; Damayanti, 2023). Hanya 65% lulusan vokasi dianggap siap bekerja industri (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020), sementara kurikulum yang kurang relevan menyebabkan rendahnya daya saing lulusan di pasar kerja (Ghufron, 2021; Raharja, 2022). Selain itu, kekurangan pelatihan guru vokasi dalam keterampilan digital dan pedagogik menghambat proses pembelajaran yang efektif (Diskominfo Kaltim, 2023; Universitas Kristen Satya
Wacana, 2023), yang pada akhirnya tidak mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang
dibutuhkan industri.
Untuk mempersiapkan siswa menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, guru vokasi perlu memiliki kompetensi-kompetensi utama (Wibowo, 2019; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020). Penguasaan teknologi digital terkini menjadi kemampuan esensial agar guru dapat mengintegrasikan inovasi teknologi ke dalam proses pembelajaran (Diskominfo Kaltim, 2023; Bangun, 2022) dan membekali peserta didik dengan keterampilan digital yang dibutuhkan industri. Selain itu, pemahaman yang mendalam tentang tren dan kebutuhan industri saat ini serta masa depan (Ghufron, 2021; Raharja, 2022) memungkinkan guru untuk merancang kurikulum dan pembelajaran yang selaras dengan realitas dunia kerja.
Terakhir, kemampuan mengembangkan kurikulum yang relevan, inovatif, dan adaptif terhadap
perubahan (Sitompul, 2022; Wardina, 2019) memungkinkan guru menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri, sehingga dapat menjadi talenta masa depan yang siap bersaing (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2023; Universitas Kristen Satya Wacana, 2023).
Pengembangan profesional yang berkelanjutan menjadi kunci bagi guru vokasi dalam menghadapi tuntutan kompetensi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 (Hartanto, 2019; Sabaruddin, 2022). Strategi meliputi pelatihan, workshop, dan program sertifikasi yang dirancang komprehensif (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020; Diskominfo Kaltim, 2023) untuk membekali guru vokasi dengan keterampilan digital, pemahaman tren industri, dan kemampuan mengembangkan kurikulum yang relevan (Ghufron, 2021; Raharja, 2022).
Program sertifikasi nasional dapat meningkatkan pengakuan dan kredibilitas guru vokasi (Sitompul, 2022; Wardina, 2019), sementara kolaborasi erat antara institusi pendidikan, pemerintah, dan industri dalam merancang program pengembangan guru menjadi kunci keberhasilan (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2023; Universitas Kristen Satya Wacana, 2023), memastikan guru vokasi mampu mempersiapkan lulusan yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.
Kolaborasi erat antara institusi pendidikan vokasi dan dunia kerja kunci memastikan kesesuaian kurikulum dan program pembelajaran dengan kebutuhan pasar tenaga kerja (Kaliongga, 2023; Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, 2023). Program magang, proyek bersama, dan fasilitas praktik di lingkungan industri (Mitras DUDI, 2021; Universitas Indonesia, 2022) memungkinkan peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja langsung, terlibat dalam pengembangan solusi inovatif, dan menggunakan peralatan, teknologi, dan proses kerja yang mutakhir (Buku Praktisi DUDI, 2022; Suryanto, 2019; Ejournal Undiksha,
2020; Hartanto, 2019; BBPPMPV BMTI, 2020; Universitas STEKOM, 2021). Kolaborasi yang efektif ini akan menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja (Damayanti, 2023; Sabaruddin, 2022).
Di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, membangun talenta masa depan yang berkualitas menjadi kunci untuk keberhasilan ekonomi dan kemajuan suatu negara, di mana pendidikan vokasi memainkan peran strategis dalam menyiapkan angkatan kerja yang siap menghadapi tuntutan pasar tenaga kerja yang terus berkembang. Untuk memperkuat peran guru vokasi, diperlukan upaya sistematis dalam meningkatkan kompetensi mereka terkait penguasaan teknologi terkini, pemahaman tren industri, dan kemampuan mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran yang relevan serta kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja juga menjadi penting untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pasar.
Terakhir, menciptakan lingkungan belajar yang autentik dan praktis menjadi kunci untuk mempersiapkan siswa vokasi menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan upaya-upaya tersebut, kita dapat membangun talenta masa depan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
Daftar Pustaka
Bangun, M. (2022). Literasi Digital Berbasis Pendidikan. Cited by 3.
BBPPMPV BMTI. (2020). Peran Guru Vokasi dalam Mempersiapkan Lulusan Siap Kerja.
Buku Praktisi DUDI. (2022). Kemitraan Industri dan Dunia Pendidikan di Era Industri 4.0.
Damayanti, R. (2023). Tantangan Pendidikan Vokasi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society
5.0. Cited by 12.
Deloitte. (2022). The Future of Work: Upskilling for the Digital Age.
Deloitte. (2024). Developing Talent for the Future: A Global Perspective.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. (2022). Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi di Era
Revolusi Industri 4.0.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. (2023). Strategi Pengembangan Pendidikan Vokasi di
Indonesia.
Penulis: Tumpal Silaban
Asal Instansi: SMKN 4 Pematang Siantar
Editor: Chania M. Widyasari