
Hidup di zaman dengan perkembangan teknologi yang canggih namun masih sangat buta dengan teknologi. Itu adalah salah satu fenomena yang menurut saya banyak ditemui di kalangan siswa. Betapa tidak, siswa di zaman sekarang, yang sering disebut sebagai generasi Z merupakan anak yang sangat mudah mengakses teknologi karena teknologi dalam genggaman mereka. Namun, mereka menggunakan teknologi yang ada sebagai fasilitas memenuhi kesenangan mereka semata bukan sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Sehingga banyak ditemui bahwa siswa-siswa sangat akrab dengan berita atau bahkan dengan trend yang terjadi saat ini namun sangat asing dengan kemajuan teknologi sesuai dengan bidang ilmu yang mereka pelajari di sekolah. Bahkan banyak ditemui mereka menggunakan telepon genggam yang canggih namun tidak bisa mengoperasikan aplikasi kalkulator saintifik. Fakta yang sangat miris memang.
Selain masih buta teknologi, siswa juga mempunyai kemampuan matematika dasar yang rendah. Siswa masih sangat kesulitan memahami dan menyelesaikan operasi matematika sederhana.
Namun di sisi lain, siswa SMK memiliki antusiasme yang tinggi dalam pembelajaran praktik. Sebagai seorang guru SMK di jurusan kimia analisis, ini merupakan tantangan unik dalam mengajar siswa-siswa vokasi untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap aktivitas belajar. Fenomena ini menginspirasi saya untuk fokus pada pengembangan kemampuan praktik mereka, sehingga mereka dapat menjadi siswa vokasi yang terampil dan siap terjun ke dunia industri.
Rendahnya kemampuan matematika dasar yang dimiliki oleh siswa menjadi tantangan utama yang saya hadapi. Padahal kemampuan ini sangat penting dalam pemahaman dan penerapan konsep kimia, terutama dalam melakukan perhitungan stoikiometri dan perbandingan mol. Namun, saya melihat bahwa siswa-siswa kami lebih nyaman dan antusias saat melakukan praktik di laboratorium daripada mempelajari konsep-konsep kimia secara teoritis. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menekankan pengembangan kemampuan praktik mereka sebagai strategi utama dalam menghadapi tantangan ini.
Saya menekankan pada praktik-praktik kimia yang relevan dengan dunia industri. Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung di laboratorium, menggunakan peralatan dan teknik analisis yang digunakan dalam industri.
Saya juga memberikan proyek-proyek praktik yang menuntut siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah yang relevan dengan industri kimia. Kesempatan praktik juga diperluas melalui kerjasama dengan industri. Selain kegiatan magang sekolah juga melakukan kerjasama dengan industri dalam pelaksanaan kelas industri. Di kelas ini, siswa diberikan pembelajaran langsung oleh indutri. Pembelajarannya meliputi kegiatan pembelajaran di kelas dan pembelajaran di lapangan. Ketika di kelas, industri memberikan materi dan arahan tentang kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa sedangkan ketika di lapangan siswa diajak untuk terjun langsung ke lapangan menghadapi pelanggan mereka.
Hasilnya, saya melihat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan praktik siswa-siswa kami. Mereka menjadi lebih terampil dalam melakukan analisis kimia, mengoperasikan peralatan laboratorium, memahami prosedur-prosedur kerja dalam industri serta menumbuhkan disiplin dan budaya kerja. Mereka juga menjadi lebih percaya diri dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi-situasi praktis uterus mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengajarkan konsep- konsep kimia secara interaktif dan menarik.
Saya percaya bahwa pengembangan kemampuan praktik kimia merupakan langkah yang tepat dalam mempersiapkan siswa-siswa vokasi untuk menyongsong era industri 4.0. Namun, tantangan dalam mengajarkan konsep-konsep kimia secara teoritis menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam pendekatan pembelajaran. Saya berharap agar dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan rekan guru dan pihak terkait lainnya sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang lebih efektif dan relevan bagi siswa-siswa.
Daftar Rujukan
Tjiptady , B.C, Yoto & Tuwoso. 2019. Improving the Quality of Vocational Education in the
4.0 Industrial Revolution by using the Teaching Factory Approach. International
Journal of Innovation, Creativity and Change. 1(8). 22-28.
Rakhmah, Diyan Nur. 2021. Gen Z Dominan, Apa Maknanya bagi Pendidikan Kita? Dalam
pskp.kemdikbud.go.id pada 4 Februari 2021
Penulis: Sri Hidayati
Asal Instansi: SMKN 1 Mojoanyar – Kabupaten Mojokerto
Editor: Chania M. Widyasari