Rujukan Keilmuan di Indonesia

Kendala Guru yang Sering Dihadapi dan Cara Mudah Mengatasinya

liniswara.com – Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama ketika harus menghadapi berbagai kendala yang sering dihadapi oleh guru. Guru seringkali menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan tugas mengajar, baik itu dari segi materi maupun aspek sosial. Beberapa kendala yang sering dihadapi oleh guru adalah kurangnya perhatian siswa, tingkat pemahaman siswa yang rendah, konflik antara siswa di kelas, dan sebagainya. Namun, ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa. Berikut pembahasan serta cara mudah untuk mengatasinya. 

Table of Contents

4 Kendala Guru yang Sering Dihadapi dan Cara Mudah

1. Lacking of Preparation (Kurang Persiapan)

Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah dan hanya berada di depan siswa saja. Sebelum mengajar, seorang guru harus melakukan banyak persiapan, termasuk memenuhi target pembelajaran dan administrasi. Namun, kenyataannya tidak semua guru dapat mencapai keidealan ini karena kondisi dan latar belakang yang berbeda. Hal ini sering menyebabkan kurangnya persiapan dalam mengajar dan tidak mengikuti rencana pelajaran, RPP, atau capaian silabus yang seharusnya dipahami.

Terkadang, beberapa guru kurang mempersiapkan bahan pelengkap seperti media pembelajaran dan dokumen lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru dapat menyusun RPP berdasarkan mata pelajaran yang diajarkan. Jika merasa ragu dengan susunan RPP, bisa meminta bantuan senior atau teman sebaya yang lebih memahami susunan RPP. 

Selain itu, guru juga harus memikirkan kemungkinan yang terjadi selama pembelajaran seperti apakah peserta didik memahami materi atau butuh praktek. Jika dibutuhkan, guru bisa membuat media pembelajaran dan beberapa bahan evaluasi materi untuk memantapkan pemahaman siswa. 

Selain itu, guru juga harus memiliki karakter terampil dalam pengelolaan kelas untuk memastikan keseluruhan materi tersampaikan dengan baik. Jika kesulitan untuk membuat bahan pelengkap dalam waktu yang lama, guru bisa merancang kegiatan pembelajaran yang bisa dilakukan secara berkala untuk melakukan evaluasi.

2. Students’ Habits (Karakter Siswa yang Beragam)

Para guru sering menghadapi kendala dalam menentukan model dan strategi pembelajaran karena keberagaman karakteristik peserta didik. Ada siswa yang senang mencari perhatian guru, ada yang sangat tekun dan aktif dalam pembelajaran, ada yang introvert dan cenderung menyendiri, serta ada yang mudah mengantuk di kelas. Sang guru harus memahami satu per satu karakteristik ini, tetapi pada saat yang sama, guru juga harus mengajar kelas lain. 

Oleh karena itu, memahami karakteristik peserta didik memerlukan waktu yang tidak sebentar dan berkaitan dengan penentuan sikap guru terhadap jenis karakter peserta didik yang berbeda-beda.

3. Find Their Passion (Menemukan Minat dan Bakat Siswa)

Seorang guru sering mengalami kesulitan dalam mengenali bakat dan minat peserta didik. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan guru dalam menggali informasi yang sebenarnya dari peserta didik, yang dapat menjadi kendala karena peserta didik tidak selalu menceritakan semuanya. Selain itu, tugas administratif yang wajib dilakukan oleh para guru membuat mereka memiliki sedikit waktu untuk berinteraksi dengan peserta didik.

Ini dapat menyebabkan peserta didik kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka di usia muda mereka, yang dapat membuat mereka kehilangan arah di masa depan dan bahkan menjadi lebih cenderung melanggar aturan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengalokasikan waktu untuk memahami bakat dan minat peserta didik agar dapat membantu mereka menemukan jalur yang tepat untuk berkembang.

4. Lack of Concentration (Kurangnya Konsentrasi)

Seorang guru juga menghadapi tantangan dari peserta didik yang sering kehilangan konsentrasi. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut, seperti faktor psikologis, lingkungan, atau internal. Contohnya, suara bising di kelas atau di ruang sebelah dapat mengganggu konsentrasi siswa, atau tekanan psikologis pada siswa yang rentan juga dapat mempengaruhi kinerja mereka dalam mengerjakan tugas.

Tantangan ini harus diatasi agar guru dan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Misalnya dengan menggunakan warna-warna cerah atau poster dan flyer yang menarik, atau dengan mengajak siswa untuk membuat media pembelajaran sendiri.

Namun terdapat 1 hal lagi yang harus guru perhatikan, yaitu cara menerapkan metode pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Berikut 5 jenis metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk membantu siswa lebih aktif dan responsif.

5 Jenis Metode Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan

1. Cooperative Learning

Metode pembelajaran ini mengajarkan siswa untuk belajar secara bersama-sama dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa belajar untuk menghargai keberagaman, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam sebuah tim.

2. Game-Based Learning

Metode pembelajaran ini menggunakan game dan permainan untuk memotivasi siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Game juga membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti strategi, kerjasama, dan kreativitas.

3. Project-Based Learning

Metode pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk memilih topik yang menarik bagi mereka dan bekerja untuk membuat proyek yang relevan dan signifikan. Siswa belajar untuk berkolaborasi, melakukan riset, dan memecahkan masalah.

4. Inquiry-Based Learning

Metode pembelajaran ini mengajarkan siswa untuk mengeksplorasi dunia sekitar mereka dan memperoleh pengetahuan melalui pertanyaan dan penyelidikan. Siswa mempelajari cara merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, dan menganalisis informasi dalam proses pembelajaran.

5. Flipped Classroom

Metode pembelajaran ini membalikkan peran guru dan siswa, dimana siswa belajar materi di rumah dan menggunakan waktu di kelas untuk diskusi, kolaborasi, dan aktivitas yang lebih interaktif. Siswa belajar untuk menjadi lebih mandiri dan kritis dalam mengakses informasi.

Kesimpulan

Kesimpulan dari beberapa kendala guru yang sering dihadapi adalah keberagaman karakteristik peserta didik, kesulitan dalam menemukan bakat dan minat peserta didik, dan kehilangan konsentrasi peserta didik. Faktor-faktor seperti psikologis, lingkungan, dan internal dapat menjadi penyebab dari masalah tersebut.

Namun, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan guru untuk mengatasi masalah tersebut, seperti Lacking of Preparation (Kurang Persiapan), Students’ Habits (Karakter Siswa yang Beragam), Find Their Passion (Menemukan Minat dan Bakat Siswa), Lack of Concentration (Kurangnya Konsentrasi) dan membuat media pembelajaran yang menarik seperti video, gambar poster, atau media belajar dari karya tangan sendiri.

Dengan cara-cara ini, diharapkan guru dapat memahami karakteristik peserta didik, menggali bakat dan minat mereka, serta mempertahankan fokus dan konsentrasi dalam pembelajaran. Dengan begitu, capaian target keberhasilan dapat dicapai dan masalah-masalah yang sering dihadapi guru dapat teratasi dengan baik. Terimakasih dan sampai bertemu lagi dengan Liniswara di artikel pembahasan selanjutnya

4 Kendala Guru yang Sering Dihadapi dan Cara Mudah Mengatasinya

Katalog K13 PT. Lini Suara Nusantara

Membuat Soal Kuis dengan Quizalize Kurang dari Satu Menit? Memang Efektif Terhadap Gaya Belajar Siswa dalam Pembelajaran di Zaman Digital?

Era digital telah menciptakan perubahan mendasar dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia, dan pendidikan tidak terkecuali. Kehadiran teknologi…

Segitiga Pengaman Dunia Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Berbeda dari era sebelumnya, Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berbagai teobosan baru di bidang teknologi diantaranya Intenet of…

Call Sahabat Guru di Era Digital

Sebagai insan pendidikan, kita tentu tidak asing dengan kalimat ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut…

Tantangan Pendidikan Indonesia di Era Revolusi 4.0 Dan Society 5.0

Pendahuluan Pendidikan adalah kunci untuk membangun kapasitas manusia yang unggul. Dengan pendidikan yang berkualitas individu dapat mengembangkan potensi…

Yakin Siswa Siap Menghadapi Pembelajaran di Era Digital?

Perkembangan teknologi informasi saat ini mengalami kemajuan yang luar biasa, hampir di setiap sektor teknologi ini selalu hadir…

Opini Guru: Malu Hilang Peradaban Melayang!

“Dulu zaman saya SMA ga ada yang berani gitu ke guru”, “zaman dulu sekolah boro-boro pake kalkulator, ngitungnya…

Penerbit Buku yang Lolos Penilaian Puskurbuk 2023!

Liniswara, sebagai penerbit buku SMK, menorehkan prestasi gemilang dalam Penilaian Pusat Kurikulum dan Buku (Puskurbuk) Kemendikbudristek 2023. Kiprahnya…

5 Cara Meningkatkan Kreativitas Siswa SMK Melalui Kurikulum Merdeka

liniswara.com - Dalam era persaingan yang semakin ketat, kreativitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam dunia kerja. Oleh…

10 Cara Mengembangkan Keterampilan Praktis pada Kurikulum 13 di SMK

liniswara.com - Mengembangkan keterampilan praktis atau yang biasa disebut dengan keterampilan teknis sangat penting dalam dunia kerja, terutama…

8 Cara Menghadapi Ancaman Global Penerapan Kurikulum Merdeka SMK

liniswara.com -  Menghadapi perkembangan dunia yang semakin global, tantangan dalam dunia pendidikan pun semakin besar. Pendidikan di Indonesia…

6 Fakta Menarik Kurikulum 13 sebagai Peningkatan Kompetensi Siswa SMK

Liniswara.com - Kurikulum 13 merupakan kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kurikulum…

Pengertian Kurikulum 13 SMK secara Interaktif dan kreatif

liniswara.com - Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dan peningkatan dari waktu ke waktu, termasuk di Sekolah Menengah…

7 Keunggulan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di SMK

liniswara.com - Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan siswa untuk memasuki…

Perbedaan Kurikulum 13 dan Kurikulum Merdeka di SMK, Unggul Mana

Liniswara.com - Kurikulum adalah panduan umum dalam penyelenggaraan pendidikan yang memuat standar kompetensi, materi pelajaran, dan metode pengajaran…

5 Cara Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK Agar Berkualitas Tinggi

Liniswara.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jalur pendidikan yang memiliki tujuan untuk membekali siswa dengan…

8 Tips Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMK lebih Interaktif

Liniswara.com - Dalam dunia pendidikan, motivasi belajar siswa merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan dalam belajar.…

You also like

5 Cara Meningkatkan Kreativitas Siswa SMK Melalui Kurikulum Merdeka

liniswara.com - Dalam era persaingan yang semakin ketat, kreativitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam dunia kerja. Oleh…

10 Cara Mengembangkan Keterampilan Praktis pada Kurikulum 13 di SMK

liniswara.com - Mengembangkan keterampilan praktis atau yang biasa disebut dengan keterampilan teknis sangat penting dalam dunia kerja, terutama…

8 Cara Menghadapi Ancaman Global Penerapan Kurikulum Merdeka SMK

liniswara.com -  Menghadapi perkembangan dunia yang semakin global, tantangan dalam dunia pendidikan pun semakin besar. Pendidikan di Indonesia…

6 Fakta Menarik Kurikulum 13 sebagai Peningkatan Kompetensi Siswa SMK

Liniswara.com - Kurikulum 13 merupakan kurikulum baru yang diterapkan di Indonesia, termasuk di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kurikulum…

Pengertian Kurikulum 13 SMK secara Interaktif dan kreatif

liniswara.com - Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dan peningkatan dari waktu ke waktu, termasuk di Sekolah Menengah…

7 Keunggulan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di SMK

liniswara.com - Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan siswa untuk memasuki…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Liniswara Online Store

Selamat datang di Liniswara, apa yang dapat kami bantu?

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu