Rujukan Keilmuan di Indonesia

Teknologi Pembelajaran Bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap

Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai sekolah dan kampus ditutup untuk pembelajaran tatap muka. Penutupan ini bertujuan menghindari kerumunan dan mengurangi angka penyebaran COVID-19. Selama sekolah dan kampus ditutup, pembelajaran tentunya tidak dapat dilakukan secara tatap muka, melainkan secara daring sesuai arahan Kemendikbud. Pembelajaran daring diberlakukan bagi seluruh pelajar dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai perguruan tinggi. Hal ini juga berlaku pada pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Cilacap.

            Lalu apa dampaknya pembelajaran daring bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap? Media apa saja yang dapat digunakan untuk pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Cilacap? Pembahasan lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut disimak dalam pembahasan berikut.

            Sebuah penelitian telah dilakukan oleh Kuntarto (2017:99) terkait pengembangan pembelajaran daring atau Online Learning Model (OLM). Pada penelitian tersebut, terbukti bahwa ada keefektifan pembelajaran yang diindikasikan dengan peningkatan lebih dari 81% dibanding menggunakan model tatap muka. Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa pembelajaran daring tidak menjadi penghalang dalam pembelajaran apalagi sekarang telah didukung oleh berbagai media pembelejaran daring yang lebih memadai.

            Pembelajaran daring di era 4.0 ini sangat diuntungkan dengan banyaknya teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Dengan adanya teknologi informasi yang terus berkembang, jarak tidak menjadi penghalang dalam pembelajaran. Teknologi dapat mendekatkan masyarakat dengan dunia digital dan lebih memudahkan transformasi dari pembelajaran konvensional menjadi daring (Gusty, 2020:1). Pendapat ini dikuatkan oleh penelitian Zhang dalam Gusty (2020:1) yang mengatakan “…pemanfaatan internet dan teknologi multimedia dapat memudahkan merombak metode transfer pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional.” Berdasarkan pendapat dan hasil penelitian di atas, pembelajaran daring nantinya akan lebih menguasai dibanding pembelajaran konvensional karena efektivitasnya.

            Permasalahannya sekarang, media apa yang cocok untuk pembelajaran daring bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap? Inilah yang perlu dikaji lebih lanjut karena pembelajaran siswa mengandung banyak praktik. Tentu saja permasalahan ini seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah bagi para guru dengan banyaknya teknologi dalam pembelajaran yang berkembang, seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Edmodo, Socrative, Youtube, Zoom, Google Meet, Webex Meet, E-Learning, serta Junio Smart dan aplikasikonferensiyang lain.

            Penggunaan media pembelajaran daring ini disesuaikan dengan para siswa zaman sekarang yang lebih banyak menggunakan media sosial dalam komunikasi. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian Kuntarto (2017:103) yang menunjukkan sebanyak 86% pelajar memilih pembelajaran melalui internet dan hanya 14% yang memilih pembelajaran tatap muka. Ada pun jenis media sosial yang dipilih adalah Youtube (62%), WhatsApp Group (21%), Facebook (12%), dan lainnya (5%).

            Pembelajaran yang bukan berbasis praktik dapat dilakukan dengan Google Classroom, Edmodo, WhatsApp Group, E-Learning, serta Junio Smart untuk penyampaian materinya. Sedangkan kelas berbasis praktik, dapat menggunakan kelas virtual seperti Zoom dan Google Meet untuk melakukan presentasi. Tidak hanya menjadi aplikasi yang membantu proses pembelajaran berbasis praktik, Socrative, Edmodo, E-Learning maupun Junio Smart juga dapat digunakan sebagai sarana ujian atau tes. Media-media memiliki berbagai fitur untuk pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pilihan ganda dan hasilnya dapat dilihat langsung setelah pengerjaan soal selesai. Media ini dapat digunakan sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi siswa jika mengetahui nilainya masih kurang mencukupi KKM.

            Jika pembelajaran merupakan praktik, pembelajaran dapat melalui media Youtube. Media ini lebih memungkinkan untuk digunakan di masa pandemi seperti sekarang dibandingkan mengadakan acara langsung yang akan mengundang kerumunan penonton. Dengan media Youtube, siswa dapat membuat video di rumah masing-masing tanpa harus keluar dan menimbulkan kerumunan. Guru dapat melakukan penilaian dengan melihat tayangan video yang telah diunggah oleh siswanya di kanal Youtube.

Dampak Teknologi bagi Pembelajaran

            Penggunaan teknologi bagi pembelajaran memiliki dampak negatif. Dampak negatif penggunaan teknologi ini membuat siswa seringkali menjadikan kesempatan memegang gawai dan laptop untuk melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran seperti bermain game dan menonton video maupun bermain media sosial. Radiasi dari sinar gawai dan laptop jika terlalu lama penggunaannya juga dapat merusak mata.

            Tidak hanya memiliki dampak negatif, terdapat pula dampak positif penggunaan teknologi dalam pembelejaran. Dalam penggunaannya, internet dan sistem belajar daring siswa akan memudahkan akses berbagai sumber informasi yang ada di internet. Siswa juga tidak harus keluar rumah sehingga menimbulkan kerumunan di masa pandemi seperti sekarang. Siswa dapat mencari sumber-sumber buku pelajaran seperti di iPusnas sehingga tidak harus pergi ke perpustakaan. Penggunaan media virtual seperti Zoom dan siaran langsung Youtube justru memberi siswa dan guru peluang untuk lebih kreatif lagi dalam berkarya. Misalnya, seperti pembelajaran melalui siaran langsung Youtube yang dapat disaksikan oleh pihak luar sehingga cakupan apresiatornya lebih luas tidak hanya dari pihak siswa dan guru saja.

            Pembelajaran daring tidak menjadi penghalang bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hasil penelitian yang mengatakan pembelajaran dapat meningkat lebih dari 81% meskipun dilakukan secara daring. Kemudian dalam penggunaan media pembelajaran dapat menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Meet, WhatsApp Group, Edmodo, E-Learning serta Junio Smart untuk penyampaian materi yang bukan berbasis praktik.

Alternatif lainnya Edmodo, Socrative, E-Laerning serta Junio Smart untuk mengadakan kuis, dan pertemuan virtual dapat dilakukan melalui Zoom, Google Meet, Webex Meet maupun media konferensi yang lain. Pembelajaran daring juga tidak menjadi penghalang untuk guru dan siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap lebih kreatif dengan mengadakaan kegiatan apresiasi dan praktik yang lain secara daring seperti melalui siaran Youtube.

Penulis: Afifah Azmi Rozanah, A.Md. (SMK Muhammadiyah 1 Cilacap)
Editor: Chania Widyasari, S.Pd.

Chania Widyasari

Seorang staf digital marketing, penyuka buku, dan content creator di Instagram @chaniawidya. Hubungi saya lebih lanjut melalui e-mail chaniawidyasari@gmail.com atau DM Instagram.

You also like

Penggunaan Google Classroom dalam Kegiatan Pembelajaran Kala Pandemi COVID-19

oogle Classroom bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian, dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas. Dengan menggunakan Google Classroom, guru bisa membuat kelas maya, mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi terkait proses KBM, memberikan materi ajar yang bisa dipelajari siswa (baik berupa file paparan maupun video pembelajaran), memberikan tugas kepada siswa, membuat jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain (Rosidah, 2020).

Belajar Menjahit Online untuk Siswa Tata Busana Saat Pandemi Covid-19

Dunia pendidikan SMK Tata Busana membuat gebrakan baru. Gebrakan ini dilakukan dengan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang pada mulanya dilakukan secara luring harus menjadi daring sebagai dampak dari Pandemi COVID-19. Menjahit secara online merupakan tantangan baik bagi guru maupun siswa.

BALIBO (Belajar Asyik Dengan Live Board): Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA di Kala Daring

Aplikasi Live Board merupakan aplikasi papan tulis virtual. Selama menggunakan aplikasi tersebut, pengguna dapat merekam suara dan bisa menambahkan gambar serta tulisan sesuai materi pembelajaran. Media ini memiliki konten komunikatif sehingga guru bisa menjelaskan materi pelajaran sebagai upaya pembimbingan menerapkan media ini dalam pembelajarannya, karena lebih praktis dan efektif dalam pelaksanaannya.

Hybrid Learning, Benarkah Sebuah Solusi?

Di tengah kekalutan ini, muncul istilah hybrid learning atau blended learning. Hybrid learning merupakan metode belajar yang mengombinasikan sistem tatap muka dengan sistem tatap maya dalam waktu bersamaan. Beberapa sekolah telah menerapkan hybrid learning tersebut. Pertanyaannya adalah, “Apakah hybrid learning benar merupakan solusi yang tepat untuk digunakan dalam jangka panjang?”

Video-Blogging: Belajar Asyik di Tengah Pandemi Covid-19

Video-Blogging (disingkat "vlog" atau vlogging atau vidblogging) merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media video. Penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging.

Papan Bimbingan Online sebagai Media Bimbingan Konseling Daring

Pada masa pandemi, interaksi guru dan siswa dilakukan secara dalam jaringan (daring). Guru  BK mulai merasa kesusahan karena guru BK berbeda dengan guru mata pelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif dan nilai. Guru BK berorientasi pada aspek afeksi dan karakter siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Liniswara Online Store

Selamat datang di Liniswara, apa yang dapat kami bantu?

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu