Rujukan Keilmuan di Indonesia

Belajar Menjahit Online untuk Siswa Tata Busana Saat Pandemi Covid-19

Dunia pendidikan SMK Tata Busana membuat gebrakan baru. Gebrakan ini dilakukan dengan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang pada mulanya dilakukan secara luring harus menjadi daring sebagai dampak dari Pandemi COVID-19. Menjahit secara online merupakan tantangan baik bagi guru maupun siswa. Mereka membutuhkan contoh dan langkah kerja yang nyata dalam membuat suatu produk pakaian.

         Selama Pandemi COVID-19, kegiatan belajar siswa SMK dengan Kompetensi Keahlian Tata Busana banyak terhambat. Hal ini dapat dilihat salah satunya ketika pelajaran menjahit harus dilaksanakan. Terdapat banyak faktor yang menganggu lancarnya kegiatan tersebut. Pelajaran menjahit membutuhkan sarana dan benda nyata dalam menyampaikan pelajaran. Akan tetapi ketika pembelajaran online harus dilaksanakan, media pembelajaran dan benda yang digunakan untuk praktik menjadi sulit dijangkau.

         Pada mulanya, uji coba media pembelajaran dilakukan dengan aplikasi WhatsApp. Setiap mulai mengajar, guru pengajar selalu membuat video untuk menyapa para murid dengan tampilan sama seperti di kelas dan di jam pelajaran yang sama karena telah disesuaikan dengan jadwal pelajaran. Tidak hanya menyesuaikan situasi setting tempat video, guru juga menyeuaikan mataeri yang harus dipelajari dan dipraktikkan oleh para murid hari itu. Sayangnya, penggunaan WhatsApp ternyata kurang efektif dalam penyampaian materi karena terdapat banyak materi yang harus dipelajari dalam bentuk gambar dan video.

         Tidak hanya menggunakan WhatsApp, guru juga sudah mengupayakan media lain yaitu Google Clasroom yang juga diakses oleh pihak sekolah. Melalui Google Classroom, guru menggunakan metode penyampaian materi menjahit dengan mengunggah modul lebih rinci dapat tersampaikan. Google Clasroom digunakan sebagi media untuk memantau perkembangan para siswa dalam mengikuti kelas belajar menjahit dan juga kehadiran mereka di kelas online setiap harinya.

         Selain WhatApp dan Google Classroom, guru juga mengupayakan penggunaan media YouTube. Media YouTube menampilkan media gambar gerak sebagai percontohan materi menjahit yang sulit diakses selama Pandemi COVID-19. Dengan adanya fenomena ini, semua guru melakukan berbagai cara agar siswa Tata Busana dapat menerima pelajaran menjahit secara online dari rumah. Para guru di sekolah membuat media YouTube yang dapat diakses oleh siswa sewaktu-waktu. Dengan YouTube mereka bisa mengulang langkah kerja yang sudah dibuat oleh guru sebelumnya.

         Media terakhir yang diujicobakan adalah ZOOM Meeting. Penggunaan ZOOM Meeting digunakan hanya sesekali saja dalam satu bulan. Jika ada pertanyaan mengenai materi yang guru sampaikan belum dapat dimengerti. Mengingat untuk melakukan ZOOM Meeting memerlukan akses kuota yang banyak dan sinyal yang baik.

Gambar 1. Langkah Pembuatan yang Dikerjakan Siswa

         Dalam melakukan pembelajaran secara daring di tengah Pandemi COVID-19 seperti saat ini, guru Tata Busana tentu mengalami berbagai kendala. Kendala ini berhubungan dengan KBM yang dilakukan menggunakan media-media pembelajaran. Contoh kendala yang dialami adalah minimnya fasilitas yang dimiliki siswa ketika di rumah. Fasilitas ini meliputi koneksi internet dan peralatan menjahit. Kendala lain yang dialami selain keterbatasan fasilitas adalah minimnya pengetahuan siswa-siswa tertentu dalam memahami materi yang diberikan.

         Hingga saat ini, model pembelajaran “Menjahit Secara Online” tetap dilakukan. Model ini tetap dilaksanakan meskipun dalam batasan jumlah siswa dan berbagai kendala harus dihadapi. Hal ini tentu lebih baik jika dibanding dengan tidak terlaksananya pelajaran menjahit sama sekali.

Penulis: Utik Suprihatin (SMKN 3 Blitar)
Editor: Chania Widyasari, S.Pd.

Chania Widyasari

Seorang staf digital marketing, penyuka buku, dan content creator di Instagram @chaniawidya. Hubungi saya lebih lanjut melalui e-mail chaniawidyasari@gmail.com atau DM Instagram.

You also like

Penggunaan Google Classroom dalam Kegiatan Pembelajaran Kala Pandemi COVID-19

oogle Classroom bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian, dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas. Dengan menggunakan Google Classroom, guru bisa membuat kelas maya, mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi terkait proses KBM, memberikan materi ajar yang bisa dipelajari siswa (baik berupa file paparan maupun video pembelajaran), memberikan tugas kepada siswa, membuat jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain (Rosidah, 2020).

BALIBO (Belajar Asyik Dengan Live Board): Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA di Kala Daring

Aplikasi Live Board merupakan aplikasi papan tulis virtual. Selama menggunakan aplikasi tersebut, pengguna dapat merekam suara dan bisa menambahkan gambar serta tulisan sesuai materi pembelajaran. Media ini memiliki konten komunikatif sehingga guru bisa menjelaskan materi pelajaran sebagai upaya pembimbingan menerapkan media ini dalam pembelajarannya, karena lebih praktis dan efektif dalam pelaksanaannya.

Hybrid Learning, Benarkah Sebuah Solusi?

Di tengah kekalutan ini, muncul istilah hybrid learning atau blended learning. Hybrid learning merupakan metode belajar yang mengombinasikan sistem tatap muka dengan sistem tatap maya dalam waktu bersamaan. Beberapa sekolah telah menerapkan hybrid learning tersebut. Pertanyaannya adalah, “Apakah hybrid learning benar merupakan solusi yang tepat untuk digunakan dalam jangka panjang?”

Video-Blogging: Belajar Asyik di Tengah Pandemi Covid-19

Video-Blogging (disingkat "vlog" atau vlogging atau vidblogging) merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media video. Penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging.

Papan Bimbingan Online sebagai Media Bimbingan Konseling Daring

Pada masa pandemi, interaksi guru dan siswa dilakukan secara dalam jaringan (daring). Guru  BK mulai merasa kesusahan karena guru BK berbeda dengan guru mata pelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif dan nilai. Guru BK berorientasi pada aspek afeksi dan karakter siswa.

Penyesuaian Kegiatan Belajar-Mengajar Era New Normal dengan Metode Hybrid Learning

Hadirnya alternatif tidak lantas kemudian menghilangkan esensi pembelajaran bahwa interaksi secara langsung atau tatap muka antarguru dengan siswa. PTM masih menjadi metode yang cukup efektif untuk memaksimalkan kebutuhan siswa. Solusi yang bisa membantu ketercapaian kompetensi adalah pembelajaran secara hybrid learning.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

×

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Liniswara Online Store

Selamat datang di Liniswara, apa yang dapat kami bantu?

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu