Hybrid Learning, Benarkah Sebuah Solusi?

Di tengah kekalutan ini, muncul istilah hybrid learning atau blended learning. Hybrid learning merupakan metode belajar yang mengombinasikan sistem tatap muka dengan sistem tatap maya dalam waktu bersamaan. Beberapa sekolah telah menerapkan hybrid learning tersebut. Pertanyaannya adalah, “Apakah hybrid learning benar merupakan solusi yang tepat untuk digunakan dalam jangka panjang?”
Video-Blogging: Belajar Asyik di Tengah Pandemi Covid-19

Video-Blogging (disingkat “vlog” atau vlogging atau vidblogging) merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media video. Penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging.
Papan Bimbingan Online sebagai Media Bimbingan Konseling Daring

Pada masa pandemi, interaksi guru dan siswa dilakukan secara dalam jaringan (daring). Guru BK mulai merasa kesusahan karena guru BK berbeda dengan guru mata pelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif dan nilai. Guru BK berorientasi pada aspek afeksi dan karakter siswa.
Penyesuaian Kegiatan Belajar-Mengajar Era New Normal dengan Metode Hybrid Learning

Hadirnya alternatif tidak lantas kemudian menghilangkan esensi pembelajaran bahwa interaksi secara langsung atau tatap muka antarguru dengan siswa. PTM masih menjadi metode yang cukup efektif untuk memaksimalkan kebutuhan siswa. Solusi yang bisa membantu ketercapaian kompetensi adalah pembelajaran secara hybrid learning.
Lost Character Siswa pada Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran online ternyata belum mampu menyamai efektivitas pembelajaran secara langsung. Adanya pembelajaran dari tempat yang berbeda menjadikan guru kesulitan dalam menjalankan fungsinya sebagai pembimbing, evaluator afektif, dan psikomotor siswa. Dengan tidak berjalannya beberapa peran utama guru, siswa mengalami lost character atau hilangnya pendidikan mental dan karakter.
Tantangan dan Hambatan Pendidikan di Tengah Pembelajaran Online

Akibat dari kebijakan tersebut proses belajar peserta didik juga ikut mengalami perubahan. Proses pembelajaran harus dilakukan melalui jarak jauh dengan menggunakan berbagai aplikasi serta jaringan internet. Tidak hanya itu, berbagai panduan aplikasi akhirnya bermuculan di media sosial. Akan tetapi, hal itu tidak lantas memudahan guru dalam melaksanakan pembelajaran kepada peserta didiknya secara online.
Praktik Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan secara Luring Melalui Kelompok Belajar di Tengah Pandemi COVID- 19

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang mempunyai rasio pembelajaran praktik 70% dan teori 30% (Nasir, 2019) sehingga setelah lulus siswa benar-benar terampil berwirausaha maupun bekerja di industri. Pembelajaran praktik tentunya tidak mungkin dilaksanakan karena terbatas teori, instruksi gambar, dan job sheet. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode gabungan daring dan luring praktik sebagai solusi.
Efektifitas ViA GO ViBel (Video Animasi, Game Online, Video pemBelajaran) dalam Pembelajaran Daring

Perlu pengondisian agar semua memahami cara belajar secara daring. Pada awalnya murid antusias, tetapi lambat-laun keaktifan mereka menurun. Setelah dilakukan kajian terhadap murid, ternyata 85% beralasan bosan dengan pembelajaran daring dan 15% beralasan paket data habis. Oleh karena itu, digagaslah ide ViA GO ViBel (Video Animasi, Game Online, Video pemBelajaran) dalam menyampaikan pembelajaran daring.
Teknologi Pembelajaran Bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap

Pembelajaran daring di era 4.0 ini sangat diuntungkan dengan banyaknya teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Penggunaan teknologi bagi pembelajaran memiliki dampak negatif dan positif yang perlu dikaji lebih jauh sebagai sebuah teknologi pembelajaran. Lantas, bagaimanakah para siswa SMK Muhammadiyah 1 Cilacap beradaptasi dengan teknologi pembelajaran berbasis daring ini?