Peran Guru dalam Kesiapan Kerja Siswa Vokasi

Hakikat pendidikan meliputi upaya untuk mengembangkan potensi manusia secara menyeluruh, baik secara fisik, intelektual, maupun emosional. Ini melibatkan penyampaian pengetahuan dan keterampilan, pembentukan karakter, serta pemberdayaan individu untuk mencapai kemandirian dan kontribusi positif dalam masyarakat. Dalam hal ini SMK memiliki beberapa tujuan termasuk memberikan pendidikan keterampilan praktis kepada siswa, mempersiapkan mereka untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus, dan membantu siswa mengeksplorasi minat dan bakat dalam berbagai bidang. Siswa SMK dilatih dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja untuk mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai setelah lulus. Pemerintah melalui Dirjen Kemendikbudristek saat ini menggaungkan adanya Program Vokasi. Program Vokasi ini berkembang sebagai respon terhadap kebutuhan akan keterampilan praktis di dunia industri dan dunia usaha. Vokasi adalah pendidikan yang terfokus pada keterampilan praktis dan siap kerja, biasanya menawarkan pelatihan langsung dalam bidang tertentu seperti teknik, bisnis, pertanian, pariwisata, dan lainnya. Ketika permintaan akan pekerjaan meningkat maka perlu mempersiapkan siswa untuk langsung terjun ke dunia kerja dengan keterampilan yang diperlukan. Pendidikan kejuruan pada jenjang SMK dan vokasi pada jenjang pendidikan tinggi, pada dasarnya lebih mengutamakan untuk mempersiapkan lulusan tenaga kerja yang memiliki keterampilan. Di mana sifat pendidikan vokasi harus cepat beradaptasi terhadap suatu perubahan. Lembaga pendidikan vokasi sendiri perlu mampu memberikan kontribusi pada daya saing ekonomi, melalui peningkatan hardskill, softskill, dan peningkatan penggunaan teknologi. Tuntutan relevansi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja dalam arti luas mengisyaratkan perlu dikuasainya sejumlah kompetensi yang dapat didemonstrasikan saat bekerja. Menurut Bhattacharyya (2018) untuk siap bekerja maka diperlukan berbagai atribut dan keterampilan lainnya yang telah dianggap sebagai penentu di era revolusi industri 4.0 seperti kemampuan beradaptasi, pola pikir kewirausahaan yang kritis dan inovatif, dan akuntabilitas, yang di dorong oleh tujuan dan semangat serta keterampilan lainnya yang dianggap untuk dipekerjakan dan siap kerja. Kesiapan kerja, menurut Dalyono, (2005) adalah tenaga yang mencukupi, kondisi kesehatan yang baik merupakan indikasi kondisi fisik yang siap sedangkan adanya ketertarikan atau intensi dan dorongan yang kuat dalam melakukan kegiatan menjadi indikasi kondisi mental yang siap. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesiapan kerja dapat dimaknai sebagai kondisi fisik, mental dan pengalaman individu yang matang serta pekerjaanatau kegiatan yang dilaksanakan sesuai kemampuan dibidang keahliannya. Kurikulum dirancang bersinergi antara pemerintah, industri dan pendidikan. Sinergi dilakukan untuk penyusunan kurikulum yang link and match antara lembaga pendidikan dengan industri. Pada implementasi kurikulum merdeka dengan model pembelajaran berbasis proyek maka tentunya SMK harus lebih mempersiapkan diri dalam menjalin kerjasama yang baik dengan dunia kerja atau dunia industri dalam mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang semakin cepat dan pesat. Maka dalam hal ini dibutuhkan peran dari guru, kepala sekolah serta mitra dunia usaha untuk mendorong siswa untuk memiliki kompetensi yang sesuai harapan dunia kerja. Menciptakan link and match antara pihak sekolah dan dunia kerja atau dunia industri sehingga memiliki tujuan yang jelas, terfokus dan terarah dalammempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. Guru merupakan penyelenggara pendidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi, maka guru memiliki tugas yang sangat penting dalam mendidik manusia. Kompetensi guru tercantum dalam undang-undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dalam pasal 10 ayat 1, menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi berasal dari bahasa inggris (competence means fitnessor ability) yang berarti kemampuan atau kecakapan, ini adalah kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh seorang guru, mengingat abad 21 memiliki tantangan yang sulit jika kompetensi tidak dikuasai. Salah satu pemegang kendali optimalisasi pembelajaran vokasi adalah keberadaan dan kesiapan kompetensi guru produktif. Guru produktif adalah guru yang mengajar mapel yang sesuai dengan kejuruannya. Selain dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial Guru Produktif perlu memiliki karakteristik dan persyaratan kompetensi profesional yang spesifik, antara lainmemiliki keahlian praktis yang memadai pada semua bidang studi produktif, mampumenyelenggarakan pembelajaran yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh duniakerja, mampu merancang pembelajaran baik di sekolah maupun di dunia industri dan duniausaha. Adanya program link and match melalui kerjasama antara SMK dengan dunia industri dan usaha diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan SMK sesuai dengan standardisasi industri. Guru produktif yang kompeten sangat menunjang percepatan kesiapan kerja siswa dengan program pendidikan vokasi. Warina et.al (2019) menuturkan tentang tujuh domain kompetensi guru di era 4.0 yaitu: “teaching design, teaching and learning guidance, research on teaching content, research on teaching methods, career and interpersonal relationship guidance, management support for school and class, cooperation”. Kemampuan guru produktif sama halnya dengan tujuh kompetensi diatas diantaranyamempersiapkan desain pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, panduanmengajar dan belajar, penelitian tentang konten pengajaran, metode pengajaran, karir danhubungan antar pribadi, bimbingan dan mampu memenajemen serta memberikan motivasikepada siswa. Dengan demikian peran Guru produktif dalam mempercepat kesiapan kerja siswadiantaranya adalah melalui berbagai program diantaranya : Penulis: Tati Suryati Asal Instansi: SMKS Pasundan Subang Editor: Chania M. Widyasari
Penggunaan Google Classroom dalam Kegiatan Pembelajaran Kala Pandemi COVID-19

oogle Classroom bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian, dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas. Dengan menggunakan Google Classroom, guru bisa membuat kelas maya, mengajak siswa gabung dalam kelas, memberikan informasi terkait proses KBM, memberikan materi ajar yang bisa dipelajari siswa (baik berupa file paparan maupun video pembelajaran), memberikan tugas kepada siswa, membuat jadwal pengumpulan tugas dan lain-lain (Rosidah, 2020).
Belajar Menjahit Online untuk Siswa Tata Busana Saat Pandemi Covid-19

Dunia pendidikan SMK Tata Busana membuat gebrakan baru. Gebrakan ini dilakukan dengan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang pada mulanya dilakukan secara luring harus menjadi daring sebagai dampak dari Pandemi COVID-19. Menjahit secara online merupakan tantangan baik bagi guru maupun siswa.
BALIBO (Belajar Asyik Dengan Live Board): Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMA di Kala Daring

Aplikasi Live Board merupakan aplikasi papan tulis virtual. Selama menggunakan aplikasi tersebut, pengguna dapat merekam suara dan bisa menambahkan gambar serta tulisan sesuai materi pembelajaran. Media ini memiliki konten komunikatif sehingga guru bisa menjelaskan materi pelajaran sebagai upaya pembimbingan menerapkan media ini dalam pembelajarannya, karena lebih praktis dan efektif dalam pelaksanaannya.
Hybrid Learning, Benarkah Sebuah Solusi?

Di tengah kekalutan ini, muncul istilah hybrid learning atau blended learning. Hybrid learning merupakan metode belajar yang mengombinasikan sistem tatap muka dengan sistem tatap maya dalam waktu bersamaan. Beberapa sekolah telah menerapkan hybrid learning tersebut. Pertanyaannya adalah, “Apakah hybrid learning benar merupakan solusi yang tepat untuk digunakan dalam jangka panjang?”
Video-Blogging: Belajar Asyik di Tengah Pandemi Covid-19

Video-Blogging (disingkat “vlog” atau vlogging atau vidblogging) merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan media video. Penggunaan teks atau audio sebagai sumber media perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging.
Papan Bimbingan Online sebagai Media Bimbingan Konseling Daring

Pada masa pandemi, interaksi guru dan siswa dilakukan secara dalam jaringan (daring). Guru BK mulai merasa kesusahan karena guru BK berbeda dengan guru mata pelajaran yang berorientasi pada aspek kognitif dan nilai. Guru BK berorientasi pada aspek afeksi dan karakter siswa.
Penyesuaian Kegiatan Belajar-Mengajar Era New Normal dengan Metode Hybrid Learning

Hadirnya alternatif tidak lantas kemudian menghilangkan esensi pembelajaran bahwa interaksi secara langsung atau tatap muka antarguru dengan siswa. PTM masih menjadi metode yang cukup efektif untuk memaksimalkan kebutuhan siswa. Solusi yang bisa membantu ketercapaian kompetensi adalah pembelajaran secara hybrid learning.
Lost Character Siswa pada Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran online ternyata belum mampu menyamai efektivitas pembelajaran secara langsung. Adanya pembelajaran dari tempat yang berbeda menjadikan guru kesulitan dalam menjalankan fungsinya sebagai pembimbing, evaluator afektif, dan psikomotor siswa. Dengan tidak berjalannya beberapa peran utama guru, siswa mengalami lost character atau hilangnya pendidikan mental dan karakter.